Monday, September 21, 2009

Lebaran bersama kanguru dan koala…

“Gawat, nih,” pikirku rada panic ketika satu per satu anggota ‘gank’ benar2 mudik sebelum Lebaran. Di Perth, aku mo Lebaran sama siapaa…?

Puluhan tahun menjalani ritual Lebaran yang sama - hanya terinterupsi 2x ketika tengah mengikuti overseas training, dan sekarang yang ke-3 kalinya Lebaran jauh dari rumah- membuat aku merasa sedikit gamang. Ditambah lagi, hanya ada sedikit bus umum Transperth, yang beroperasi di hari Minggu, membuat rencana mengunjungi teman terpaksa dibatalkan. Dan dari sinilah “kecelakaan” berawal. Karena aku sudah ketinggalan bis menuju kota, dan bis berikutnya baru akan lewat 1,5 jam lagi, maka aku merubah destinasi: ngga jadi ikut teman berlebaran ala Mesir, tapi ke Caversham aja deehh..

Entrance gate

Caversham Wildlife Park, 15 km diutara Perth, mudah dijangkau dengan naik bus umum dari Morley station deket rumah. Bermula dari park seluas 2 hektar yang dikelola David dan Pat beserta 2 anak mereka ditahun 1987, Caversham wild life park kini menjadi rumah bagi lebih dari 200 spesies dan 2000 ekor hewan, burung dan reptile, dan menjadi bagian dari kawasan Whiteman Park. WP sendiri luasnya mencapai 10 kali luasnya King’s Park, yakni 4300 hektar! Dan hebatnya, Caversham park yang masih dikelola keluarga ini, menangkarkan sendiri beberapa hewan seperti wombat, Tasmanian devils, koala, grass owl (ternyata burung hantu tuh banyak macemnya, ya), dan juga kasuari. Untuk urusan penambahan dan penangkaran populasi , David suka tukar menukar hewan dan burung dengan park ataupun kebun binatang yang lain.

Maka, setelah berkendara 40 menit dengan bis Transperth, sampailah aku di gerbang Whiteman. Jarak antara gerbang dengan ‘desa wisata’ yang 1,8km sebenarnya ngga apa2 sih, ngga akan bikin kaki gempor. Tapi hujan dan angin dinginlah yang bikin aku urungkan niat jalan kaki. Sesuai petunjuk yang tertera, aku tekan intercom untuk menanyakan courtesy car.

“Will be coming in 30 minutes, mam,” jawab petugas diujung kabel.


Hmm..ga papalah, sambil putar2 sekitar gerbang. Hujan masih on off, kadang bresss deres selama 5 menit, trus terang 10 menit, dan bress lagi, terang lagi, bress lagi…duhh..
35 menit kemudian, loh, kok mobil jemputan belum datang. Tekan intercom lagi aah.

“In 15 minutes, mam.” Walah..piye toohh

Mo jalan kaki kok langit udah mendung banget. Dan bener..bressss yang kesekian kali selama aku ngongkrong di gate. Eh, sampe 20 menit kemudian, aku tekan intercom yang ketiga kalinya.

“You might have missed the bus, mam.”

Whoaaattt…??? Lah aku kan udah bengang bengong dari tadiiii….!! Mo marah juga ngga ada pantesnya, wong hari Lebaran. Jadi nekat aja aku hentikan satu mobil dan minta tumpangan . Ternyata si penolong ni suami istri muda dengan balita lucu bernama Angus yang datang dari Brunei.

Information Center selalu jadi jujugan pertamayang paling tepat. Sederet jadwal dan peta udah ditangan, hmm..kemana dulu neh? Aha, ada printing shop yang memamerkan seluk beluk pencetakan berbagai brosur, kalender, leaflet, kartu sampai undangan pernikahan yang cantik2. Uh..jadi pengin..hihihi. Kartu dan poster di jual dengan harga bervariasi antara satu hingga belasan dollar.

Sudut di Printing shop

Disebelah printing shop ini ada pottery dan handcraft shop yang menjual berbagai kerajinan termasuk vas-vas kaca berlukis bunga, handuk dan serbet bordir bermotif bunga khas Australia hingga perhiasan kaca dan beads.

Warga Muslim WA yang juga merayakan Idul Fitri hari ini seolah ikut menyerbu Whiteman park. Dimana2 berkumpul keluarga – kebanyakan berwajah Timur Tengah dan Afrika – yang tengah menikmati piknik mereka dengan keluarga besar. Riuh. Tempat2 BBQ yang dioperasikan dengan koin 1 dollar-an untuk nyala pemanas selama 10 menit terlihat berasap.
Setelah puas berkeliling, aku ikut naik tram kuno bertenaga listrik. Dengan ongkos 5 dollar per penumpang untuk trayek pp selama sekitar 30 menit, tram membawa penumpang Whiteman park village dengan Mussel Pool, tempat show-nya rajawali. Ada juga museum motor dan museum traktor yang aku lewatkan. Ngga tertarik dg mesin ah.


Tram. Mirip yang di Hongkong, hijau kuning, tapi beda bukaan pintunya

Paling seru tentu saja melihat farm show-nya, dong. Atraksi utama nya adalah pencukuran biri2. Demo dimulai dengan memperkenalkan anjing gembala yang berumur 1 tahun. Si anjing ini yang akan bertugas menggiring biri2 ke ‘kandang’ yang sebenarnya merupakan panggung pertunjukan shearing alias pencukuran. Eh, pintar betul si doggy muda yang baru berusia 1 tahun itu. Menyalak dibelakang biri2, tentu saja semua terbirit dan berdempetan lari ke kandang. Kayaknya ga Cuma biri2 deh, aku juga kalo ada doggy nyalak dibelakang, pasti udah lari ngibrit..hehehe..

Biri2 yang mo dicukur bukan kelompok yang barusan di giring si doggy bernama Bill tadi. Bulu mereka belum cukup tebal. Nah, untuk demo, dibawalah 2 ekor biri2 yang endut banget. Kalo 100 tahun lalu, biri2 di cukur dengan semacam gunting besar, kini mereka digunduli dengan pencukur listrik, sehingga 1 shearer bisa menggunduli lebih dari 200 perhari! Dengan tariff 2.5 dollar per ekor, shearer bisa dapat uang jasa yang lumayan ya.

Udah 'setengah jalan'. Liat tuh bulu bagian dalam putih, yang luar coklat

Eh, tapi mencukur biri2 itu sepertinya juga sulit loh. Pertama, si korban dijegal dulu, terus dipiting dengan kaki shearer sehingga posisi perutnya menghadap depan. Pencukuran selalu dimulai dari perut, dilanjut ke paha kaki belakang bagian depan. Selanjutnya bulu dikelupas kearah punggung. Bagian yang paling sulit tentu saja leher yang berlipat2 dan kepala. Biri2 yang udah digunduli bersih kemudian ‘ditenangkan’ dengan digosok2 badannya. Minyak lanolin yang keluar di kulitnya terlihat mengkilap. Lanolin ini bagus untuk kulit manusia juga, kaann..? 1 lembar bulu utuh ini konon dihargai 20 dollar, padahal 1 lembar yang berkualitas bagus bisa untuk bikin 3 setelan pria. Hueheheheh…Untuk hiburan tambahan, ada atraksi membunyikan pecut, memerah susu sapi dan memberi susu pada bayi hewan.



Usai pertunjukan, nguber foto dengan kanguru dan koala dong.

Tapi saking koala ni hewan pemalas, tidur ulu selama 18-20 jam per hari, jadi dapetnya foto koala ngorok mulu. Kalo kanguru sih, lumayan gampang diajak bergaya.

Cuma karena aku ngga bawain makanannya, jadilah gambar yang aku beli di printing shop jadi sasaran gigitan. Eh, kanguru doyan kertas juga, ternyata….

Ini, Tazmanian Devil, yang jeleeekkk banget tampangnya. Lari terusss...dan teruss...dan terusss

Foto di http://www.facebook.com/album.php?aid=146998&id=657567159&l=3b0c57c1d1

Happy Eid Mubarak..!!
Baby-Perth
Reference: www.cavershamwildlife.com.au

No comments:

Post a Comment