Saturday, September 12, 2009

Ramadhan-ku yang sepi...

Ramadhan kali ketiga yang aku terpaksa harus jalani dinegeri orang...
Ramadhan pertama, 7 tahun lalu ketika aku di Taipei. It was not that bad, karena aku tinggal serumah dengan 6 mahasiswa Indonesia, meski hanya kami bertiga yang berpuasa. Lebih menyenangkan lagi, kami bisa sering2 ke masjid karena Grand Mosque Taipei ngga jauh dari MMTC-NTNU, temapat kami kuliah waktu itu. Cukup jalan kaki 15 menit. Dan selama bulan Ramadhan, setiap sore selalu tersedia ta'jil dan buka bersama gratis..heheh...

Karena CD foto masjid Taipei ketinggalan dirumah, dipasang foto pas di Hongkong aja yach..masih di rentang waktu yang sama..

Meski kita ngga nge-fans banget dengan makanan-mostly sayuran ca dan kari daging dengan kentang halus yang bumbunya terlalu menyengat untuk ukuran kami - tapi berbuka bersama dengan peserta yang buanyak..membuat kerinduan pada acara bukber dirumah terobati. Tarawih pun terasa 'mendalam' dengan imam yang konon diimpor langsung dari Arab Saudi sono. Tartilnya yang terdengar indah mengalun ketika membaca ayat2 suci, selalu membuat aku merinding saat tarawih..malah sering pikiran 'melayang' saat sholat, membayangkan bukit2 batu yang mengitari tanah suci dan menggemakan lagu ayat suci. Subhanallah...


Ramadhan kedua, 2005, ketika aku dan Indah mengikuti training di IH, Sydney. Sempat puasa dirumah beberapa hari, sisanya terpaksa dijalani dengan tantangan yang lumayan berat di tengah jadwal training yang padat, tugas yang ketat, dan himpitan dingin musim semi yang basah dan berangin kencang. Brrr....Aku yang selalu melewatkan waktu sahur-saking ngga bisa bangun pagi-terpaksa harus 'disiksa' perut keroncongan dan aroma harum kopi dan toast yang..alamaak...sedap nian. Penyiksaaannn...!!! Training yang selalu berakhir jam 6 sore, pas buka puasa, membuat aku n indah terpaksa selalu buka dengan secangkir kopi instan pahit dan biskuit Marie di pantry IH. Meski perut sedikit mual karena asam lambung yang naik, tapi hangat kopi lumayan menghangatkan dan biskuit memberi sedikit tenaga sebelum kami harus bergegas ke bus stop yang berjarak 15 menit jaan to catch the bus home.

Dengan classmates di IH, celebrating the end of the week di Bowler' pub. Untuk buka puasanya, me and Indah minum Lemon Juice ajah..


Sesampai dirumah, sekitar jam 8 malam, barulah aku bisa berbuka, sekaligus sahur. hehe...Indah lumayan beruntung karena meski vegetarian, landlordnya pintar masak dengan rasa yang enak. sementara landlordku penganut pola makan yang sangat sehat, anti garam anti gula untuk jaga diet anak2 mereka yang terlalu aktif. Jadilah, perut kelaparan diisi dengan brokoli kukus atau sayuran panggang.

On the way to bus stop, Queen Victoria Building, tetanggaan dengan IH Training Center

Sekarang, Ramadhan ketiga tengah aku jalani di Perth. Rasanya sepiiii....Aku tinggal jauh dari komunitas tean2 Indover, dan hampir selalu sendirian dirumah. Housemate-ku kerja di mining, dan stay di dorm. Ngga ada problem dengan masak sih, karena aku bisa masak sendiri dan ada Chinese store yang cuma 15 menit naik bus. Tapi makan sendiri...duh..I have no appetite. Pengin ikutan buka bersama, tapi Konjen-nya jauuhhh..dan bis di weekend kayak gini, susah amat..Belum lagi tugas yang numpuk2..(huh.dasar tukang males). Kepaksa deh, excitement nya Ramadhan hanguss..


Tampang aq pas puasa..sedikit lemes

Kangen dengan acara buka bersama di Yogya.


Bukber Ramadhan 2008@Goebog dengan sahabat Sinology and Ben

1 comment:

  1. Assalamualaikum. Bu, maaf mau tanya apakah waktu di NTNU ibu tinggal di dormitory atau di luar? Saya ada kegiatan ke Taiwan bu ke NTNU science education. Apakah nanti mudah untuk menemukan kontrakan? Terima kasih sebelumnya bu

    ReplyDelete