Thursday, April 8, 2010

JJS ke Kings Park


Setelah berhari-hari di hajar monster assignment, dadakan Rabu pagi aku pengiin keluar rumah. Assignment udah submit selasa sore. Lumayan ada waktu buat lepasin diri dari cengkeraman jurnal dan textbook. Akhir pekan ngga akan bisa, karena Rabu depan ada ujian.

Setelah rundingan dengan Bulan, kita putuskan untuk menangkap senja (maksudnya, foto2…getu) di King’s Park. Letak kota Perth kayak Semarang deh, dengan bukit Mt. Eliza di belakang dan bagian luar kota Perth berbatas dengan laut. Lautnya sendiri ngga keliatan dari kota, tapi kalo mo keluar dikit, ada banyak pantai yang beken, seperti Fremantle, Cottlesloe (konon ada area nudis-nya loh. hihihi..), Mandurah, Rockingham, dan juga City beach.

Kings Park gampang di capai dari kota. Naik rute 37 yang bisa di cegat (halah, istilahnya..) dari bus stand sepanjang George terrace, ngga sampai 10 menit udah nyampe Fraser Avenue yang mengarah ke Kings Park Botanical Garden. Sepanjang sisi fraser Avenue, pohon2 eucalyptus tinggi tegak berjajar. Di bawah pohon2 ini ditanam plakat nama orang yang menanamnya. Hampir semuanya memang di tanam tahun 1929. Pantesan, tinggi2 banget. Udara cerah di penuhi cahaya matahari sore dan harum eucalyptus yang menguar. Sementara di sisi kiri, gedung2 tinggi di kawasan CBD North Perth tampak mulai menyalakan lampu2. Asik banget deh buat jalan jalan. Dan wajib foto2. Heheh. Ketika kami di sana, ada serombongan pengantin sedang mengambil gambar pre-wedding. Cantik.

Kota Perth terbagi menjadi 2 kawasan besar, sebelah utara Swan River, yang merupakan kawasan Central Business District dan kawasan selatan, South Perth yang merupakan kompleks perumahan dan apartemen elit. UWA masih masuk di daerah selatan yang kawasannya orang tajir ini. Iyyalaahh…!! Sementara daerah pemukiman yang biasa2 ajah kemudian menyebar keluar kota, di sebut daerah suburb. Di luar kota lagi, di lingkar 200-300 km, di sebut daerah outskirt-lahan pertanian, farm, cattle paddock/peternakan ada di kawasan ini. Daerah paling luar yang berbatasan dengan gurun di sebut outback area.

Kembali ke King’s Park. Menurut buku Tourists’ Information guide, luas park ini mencapai 400an hektar dan merupakan kawasan taman botani denga ragam tumbuhan asli Australia. Yang paling beken tentu saja randu alas Boab tree dan macam2 banksia. Berada dibukit kecil, dengan berdiri di salah satu jogging tracknya saja, kita udah bisa menyapukan pandangan ke seluruh penjuru kota. Tempat wajib kunjung di sini tentu saja War-Memorial dengan api yang menyala terus. War memorial ini merupakan monument kepahlawanan tentara Australia yang berperang ke Gallipoli Turky di jaman PD II. Setiap tanggal 25 April-ANZAC day-disini diselenggarakan upacara, yang berlangsung sebelum matahari terbit. Bis kota pun ikut beroperasi mulai jam 2 atau 3 subuh.

Di dekat War memorial, ada kolam yang ditengahnya di pasang obor yang terus menyala. Di sekitar kolam ini di pahat nama tentara yang jasanya terbilang istimewa, dan mereka di anugerahi Victoria Cross (aduhh..bener ngaa ya? Coba ntar aku cek lagi). Orang terakhir yang menerimanya adalah tentara muda yang menyelamatkan nyawa seorang interpreter di Afghanistan satu atau dua tahun lalu.

Aku dan Bulan akhirnya cuma bisa berangan kapan yaahh Semarang punya taman cantik di Candi, atau Gombel, ato Srondol..hihi. Yogya sekarang kayaknya lagi nge-trend dengan wisata gunung purba Nglanggeran. Tapi aku blom pernah kesana. Besok Juni kalo aku mudik, aku sempatin deh kesana. Trus ntar tak certain. Okeee...????

1 comment: