Ga ada yang menarik untuk di lihat sih. Kereta lagi kosong. heheheh....
Tapi..eh.eh, mata tertumbuk pada frame baru yang digantung dekat pintu; sebait tulisan dengan rima yang asik punya:
Little Miss Shaw
Sat on the floor
List’ning to Guns ‘n’ Roses
A couple passed by
They’re tripped by her thigh
And ended up on breaking their noses.
Dibawah tulisan yang dicetak mirip buku kanak-kanak - lengkap dengan gambar kartun little Miss Shaw dan gambar sepasang kakek nenek terjungkal kesandung kaki Miss Shaw yang terjulur menghalangi lorong - ada peringatan kecil2:
Every passenger deserves the right to have a comfortable journey.
Lain ketika, dalam perjalanan ke kampus, frame yang serupa aku temukan di bus, tepat di belakang driver. Begini bunyinya:
Humpty Dumpty run for the bus
Humpty Dumpty caused a great fuss
All passengers were forced to wait
Now thanks to Humpty, eveyone was running late
Lagi-lagi ada gambar kartun, si Humpty – pria gendut bertongkat dan bertopi tengah lari mengejar bus dengan mengepit tas kerja – yag disertai dengan tulisan kecil2 agar calon penumpang datang tepat waktu agar ngga ketinggalan bis.
Alih alih membuat tulisan besar-besar : DILARANG DUDUK DI LANTAI atau ANDA TERLAMBAT KAMI PECAT (hoo….hoo…), himbauan untuk publik disampaikan dengan cara yang fun, berseni, dan membuat bibir menarik segaris senyum.
Efektifkah? Saya tertarik untuk meakukan riset tentang pilihan bahasa berima seperti ini, suatu saat nanti. (hiks). Tapi kalo itu tidak efektif, tidak mungkin pula cara demikian akan tetap dipakai untuk menyampaikan himbauan pada publik.
Trus, 'halo apa kabar' himbauan yang konvensional? Masiiihhh..masih adaaa. Tenang aja. nih buktinya:
Ngga bermimpi melakukan hal sama pada public transport kita, Kopata - Aspada -or Damri sihhh. Tapi layak juga sebenrnya kalo mo di coba di ruang-ruang tunggu.
Eh..omong2, siapa sih si Humpty Dumpty? Sambangi postingan berikutnya ya…?!!
No comments:
Post a Comment