ahaaa...barang buangan yang layak di pungut dari jalan
Belanja belanji menjelang idul Fitri ternyata bukan monopoli orang kita aja. Sehari sebelum Id, aku dan Sulfah – my temporary housemate - sengaja ngabuburit (halah, jam 11 siang) ke Mirabooka square Perth yang cuma beberapa menit driving dari kampus. Cuci mata di mall sekalian lirak lirik barang bekas sepanjang Morley dan Alexander Drive karena beberapa hari yang lalu ada ‘buangan masal’.
Naluri pemulung yang begitu kuat membuat Sulfa refleks menginjak pedal rem ketika radar kami mendeteksi bayangan rak buku kayu terselip diantara barang2 di depan salah satu rumah. Hmmm…jalanan sepi. Bagoess. Meski memungut barang2 yang diletakkan eks pemilik di depan rumah merupakan hal yang biasa, tapi kadang rada risih juga kalo nyeret2 harta karun temuan. Orang yang ngeliat sih benernya cuek2 ajah.
Setelah mengamankan mobil dibawah pohon, kami jalan balik, niat serius mengambil rak buku. Tapi ..olala..ternyata rak bukunya tu tersambung dengan meja guedeee dan laci2 yang lain. Sejenak intip sana sini barangkali masih ada yang bisa diselamatkan, akhirnya kami menyerah. Yahhh…cekikikan kami kembali ke mobil dengan tangan kosong. Tapi..eh..look..di ujung kelokan ada sofa faux leather warna hijau pucat! Masih bagus kayaknya. Tapi mau ditaruh dimana? Kamar sudah penuh sesak dengan hasil pulungan yang lain. Ya sudah, kita lanjut jalan ke Mirabooka.
Kamis siang itu tempat parkir terlihat sesak. Dan benar saja, begitu masuk square, troli2 penuh bersliweran. Wajah2 timur tengah dan kulit gelap dengan dress panjang dan kerudung beralu lalang. Gadis2 kecil digandengan ibunya bergegas keluar masuk toko2 baju. Waduh, sama dengan di kita juga ya…cuma disini ngga ada midnight sale, meski tulisan sale besar2an juga di pajang di toko2 perhiasan. Diamond 50% sale. Silahkan bapak2 yang ingin senangkan hati bini, atau cowok2 yang ingin melamarku, ada paket hemat hantaran maskain. Masa dari dulu ke dulu kok seperangkat alat sholat. Tambahin dong dengan seperangkat intan berlian, biar disayang mertua di Lebaran tahun depan…
Tidak jauh dari deretan toko bling-bling itu, ada toko halal meat. Siang itu pegawainya sibuk memotong, menimbang dan mengulurkan kantong2 daging kepada pelanggan. Seorang ibu Arab disebelahku meminta Chicken Polony – semacam daging olahan berbentuk sosis bulat panjang. Ini khas Turki ya? Entah bagaimana rasa, dan cara memasaknya. Mungkin dipakai untuk isian roti, atau topping pizza. Entah. Untuk aku sendiri, cukup setengah kilo daging sapi cincang dan sekilo daging kambing muda untuk persediaan, siapa tahu besok besok mendadak ngidam tongseng kambing .
Usai belanja daging dan ayam, kami menghampiri toko seberang lorong, beli sedikit buah dan cilantro untuk bikin sup buat buka hari terakhir puasa Ramadhan. Selanjutnya ke Woolworths supermarket andalan, meraih beberapa potong roti dan pie. Lebaran tetep kudu punya sediaan camilan . Dah, pulang yuk…
Ceritanya lanjut nanti lagi ya ke part 2.
No comments:
Post a Comment