Dini hari fitri, 1 Syawal 1431H. Beuhh..dingiiinn. Alarm HP masih aku set dengan waktu sahur. Jam 04.10. Meski udara dingin terasa menusuk tulang, mau ngga mau harus bangun dan bersiap mandi. Tahun lalu aku batal ikut sholat Ied karena ketinggalan bis! Mana Lebaran hari minggu dan tranportasi susah didapat. Hiks. Untung kali ini ada rombongan yang bsa ditebengin. Seperti juga sebelumnya, ada 3 tempat sholat Ied yang ‘terdekat’ dengan rumah. Pertama, Masjid Besar Perth di kawasan Chinatown Northbridge. Masjid ini jaraknya 30 menit naik bus dari stop dekat rumah. Kedua, komunitas Eid-in-the-Park menyelenggarakan shlat Ied di Kings Park. Sedikit lebih jauh lagi, tapi keknya menarik tuh. Ketiga, konsulat jenderal RI mengadakan sholat Ied di Embassy ballroom, Carlisle, yang jauuh banget. Tahu kan kami sholat kemana? Yak betul. Kings Park.
Mendekati lokasi, kendaraan di pandu oleh cowok2 berjubah dan berkafaye hitam putih atau merah putih. Wahh…serasa sholat di Abu Dhabi. Hihihi….kebayang pikiran iseng, berapa lama ya mereka rapat panitia?
Alhamdulillah, parkir mobil mengular sehingga kami harus berjalan agak jauh juga. Tapi cuaca sangat cerah. Angin sedikit kencang. Gapapa. Jalan cepat aja biar badan terasa hangat.
Semua orang terlihat berseri2: cowok2 bergamis dan kafaye menutup kepala, gadis2 berbaju panjang dengan kerudung melambai, anak2 berbaju baru warna warni hadoooohh….ganteng dan cantik2 skaleee…..Banyak juga muslim dari Afrika, tapi kulitnya ngga gelap sekali tuh. Satu gadis hitam duduk didepan shaf-ku. Wajahnya eksotik. Ku colek lengannya dan berkata, “Love, can I take your picture? You are so beautiful.” Dia tersenyum malu dan berpose melihat cameraku. Ya, dia cantik sekali.
Sholat didirikan pukul 08.30. Lantunan bacaan sholat dari imam bersaing dengan kicau burung liar dan jerit anak2. Seperti biasa, dan terjadi dimana mana. Sholat singkat, tapi khotbah panjang. Dari deretan kami, suara khatib timbul tenggelam oleh riuh jamaah yang merasa sudah tunai kewajibannya. Rameeee…hehehe.
Thanks to pengurus masjid Indonesia, yang selalu wanti2 jamaah untuk menutup mulut ketika khatib sedang berdoa. Tema khotbahnya tentang empathy. “When you do something, look into yourself, ask yourself, have you thought about the impact of what you are doing to the people around you, to your community?” Kurang lebih begitu kalimat yang aku tangkap dengan jelas.
Usai sholat dan khotbah banyak kelompok yang kembali ke mobil dan mengambil bekal piknik Lebaran mereka. Kelompok laki2 dipisahkan dengan kelompok2 perempuan. Alas duduk dibentangkan, makanan dihidangkan, doa syukur dipanjatkan, kata maaf diucapkan. Semacam halal bihalal atau arisan keluarga mungkin? Bisa jadi yang di ujung sana ada kelompok Bani Hussein, sampingnya Bani Alatas, sebelahnya lagi Bani Umar. Hehehe..ngawur dot co dot id. Bani kami? Pulang ke rumah Bani Syahabuddin. Ada Ibu Khairiyah yang sudah menyiapkan lontong, lodeh, rendang, sambal goreng hati dan kopi Aceh!!
Serbuuu…….!!!!


No comments:
Post a Comment