Tuesday, September 14, 2010

Yang tersisa dari Lebaran 1431H (4 - selesai)

dengan kel. P Dede, Konjen RI di Perth

Pesta lontong opor masih berlanjut di hari kedua Idul Fitri. Kali ini open house Konsulat Jenderal Indonesia. Bertempat di Wisma Indonesia di Applecross, Pak Konjen dan Ibu Ella yang cantiiik banget ramah menyambut warga Indonesia yang memadati kebun belakang kediamannya. Kalo teman-teman Indonesia di Tokyo mengagumi kecantikan ibu Dubes mereka yang baru, Bianca Adinegoro, yang mantan model ketika aku masih suka baca2 majalah Gadis …belasan tahun lalu *wuikkss…ketahuan ni, aku-nya udah tuwiirr..* maka yang di Perth juga punya bu Konjen yang tinggi semampai. Mantan model juga ya??

Usai salam-salaman, mulai dyeh kite2 mengekor antrian yang ketika kami datang masih belom seberapa panjang. Samar2 tercium harum kaldu yang sangat kurindu. Haaaa….unmistakable aroma of baksoooo!!! Ngantrilah aku di stall bakso. Melihat pentol-nya yang bulet2 polos berenang di kaldu yang mengepulkan uap panas, aduh duh, rasanya pengin mendekap panci sekompor-kompornya. Uh…kangen banget! Isi mangkok dengan sedikit bihun, irisan seledri, sambal dan bawang goreng, trus tuang kaldu dan tiga butir bakso. Jangan banyak2! Antrian belakang masih panjang euy….Menikmati bakso sambil hahahihi sana sini. Alhamdulillah. Sedap!

Masih laper tentu saja. Usai menandaskan isi mangkok (pstt, mangkoknya kecil!), dan menyapa teman2 sambil berucap maaf, aku dan dr. Fahmi mulai ngantri ronde kedua nih. Dr. Fahmi ni barusan berduka cita karena ditinggal mati oleh…… sel-sel yang udah disiapin di lab. Yah, semoga arwah sel-sel itu diterima disisinya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Begitu doa salah satu teman Mas Fahmi di fb.

Balik ke meja pesta. Ada mi kuning ditata bersanding dengan tahu dan potongan bakwan tanpa udang serta kol putih. Gosipnya tadi, ada yang bilang itu siomay. Loh, siomay kok ada mi-nya. Setelah deket, ohh..ada salad buah dengan dressing kacang, juga kaldu cair warna coklat yang berbumbu kacang juga. Kuambil tahu dan bakwan, trus disiram dengan bumbu kacang encer. Rasanya sedikit asam, ya..memang ada asam serit dan aroma daun salam yang kuat. Hmm..opo yo iki? Belakangan ada yang bilang itu ‘maksud dan tujuannya’ adalah bikin tahu gimbal. Lohhh…??? Tapi ga papa. Enak juga kok -)



Tambah siang, antrian makin panjang. Jadi ogah ngantri meja buffet utama. Ngelirik piring mbak sebelah sih, ada potongan daging kambing, telur bumbu merah, opor ayam dan kerupuk. Sutralah. Kemarin toh udah maem ketupat dan ubo-rampe. Jadi aku memilih bersalam-salaman aja, ngobras-ngobras, trus duduk di sudut tenda, cuci mata ngeliatin orang-orang berbaju bagus. Dari anak-anak undergraduate yang keren-keren dengan baju full-pressed body sampai dengan ibu-ibu Indonesia berkebaya yang menikah dengan warga Australia.

Eh, Sulfah my friend kemenong?

Sulfah memang membatalkan rencana ikut open house karena pengin bener2 punya private time dengan Shafwan. Keputusan yang tepat, karena Shafwan tampaknya kehilangan excitement khas anak2 ketika menunggu hari Lebaran. Ini memang tantangan buat ortu yang bawa anak2 ke luar negeri, dimana kemeriahan puasa dan Lebaran absen sama sekali. Pasti banyak sekali orang tua yang prihatin ngeliat anak2 kok menganggap puasa dan lebaran ‘biasa-biasa ajah’, sama sekali tidak istimewa. Sehari sebelum Lebaran, Shafwan sudah mencoba nego dengan ibunya, bisakah dia bolos ikut sholat karena sekolah akan adakan kuis berhadiah 1 dolar! Sebagai orang yang menghabiskan nyaris seluruh Lebaran dan puasa di Indonesia, dan teringat betapa menyenangkannya menunggu hari raya, pemintaan Shafwan tentu membuat kami sedih. Maka Sulfah pun ‘gerak cepat’ dengan mendampingi Shafwan 2 hari penuh, mengajak berenang, pergi makan, beli mainan dan sebagai reward-nya, Shafwan pun berkicau : “You are the best mom ever. You know that? This is the best Lebaran day!”

Happy Eid Mubarak Sulfah dan Shafwan, Met Lebaran teman2. Semua kata maaf diterima, dan akyu minta maaf juga untuk segala khilaf dan kata yang salah ucap.

Minal Aidin wal Faidzin.

No comments:

Post a Comment